
Tanjung Jabung Timur (man2tjt), 5 Maret 2026,Pengawas Madrasah memberikan pembinaan di MAN 2 Tanjung Jabung Timur dalam hal penguatan administrasi dan akademik, Pengawas Madrasah memberikan arahan strategis terkait pelaporan kinerja ASN, evaluasi mutu pendidikan, hingga inovasi kurikulum yang menyentuh aspek emosional siswa.
Dalam arahannya, Pengawas Madrasah, Abdul Ngalim,S.Pd.I, menekankan tiga pilar utama yang harus diperhatikan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di tahun ini:
1. Akuntabilitas Laporan Kinerja ASN
Pengawas mengingatkan bahwa laporan kinerja bukan sekadar formalitas penggugur kewajiban. Setiap ASN diwajibkan menyusun laporan yang berbasis bukti fisik (evidence-based) melalui platform digital yang telah disediakan. "Kinerja yang terukur adalah cermin profesionalitas. Saya minta setiap guru memastikan bahwa apa yang direncanakan selaras dengan apa yang dilaporkan setiap bulannya," tegasnya.
2. Laporan Mutu Pendidikan Madrasah
Terkait mutu, fokus utama tahun 2026 adalah pada Indeks Mutu Madrasah. Pengawas menyoroti pentingnya data valid dalam instrumen akreditasi dan evaluasi diri madrasah. Mutu pendidikan tidak hanya dilihat dari nilai angka, tetapi juga dari sejauh mana madrasah mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang siswa.
3. Inovasi "Kurikulum Berbasis Cinta"
Poin paling menarik dalam penguatan ini adalah Kurikulum Berbasis Cinta. Konsep ini mengedepankan:
a.Pendekatan Humanis: Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor yang mendidik dengan empati.
b.Well-being Siswa: Memastikan kebahagiaan siswa dalam belajar sebagai kunci utama terserapnya materi pelajaran.
c.Karakter di Atas Kognitif: Membangun kecerdasan emosional agar lulusan memiliki adab yang setara dengan ilmu pengetahuannya.
Kepala MAN 2 Tanjung Jabung Timur, Drs.H.Supangat, menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, konsep Kurikulum Berbasis Cinta akan menjadi pembeda yang membuat siswa merasa lebih "betah" dan bangga bersekolah di madrasah.
"Dengan penguatan dari pengawas, kami merasa lebih siap. Laporan kinerja menjadi lebih tertib, dan instruksi mengenai kurikulum berbasis cinta ini akan langsung kami implementasikan dalam kegiatan belajar mengajar agar suasana kelas lebih inklusif dan hangat," ujar Kepala Madrasah.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi mengenai kendala teknis pelaporan dan penyusunan modul ajar yang lebih adaptif bagi para guru.
HUmas MAN 2 tanjabtimur
|
19x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Timur dan Sekitarnya
Memuat tanggal...