
MAN 2 Tanjung Jabung Timur (man2tjt)_Memasuki tahun ajaran baru, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tanjung Jabung Timur menggelar kegiatan Masa Ta'aruf Murid Baru Madrasah (Matamuda). Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini, di mana pihak madrasah menggandeng institusi penegak hukum untuk memberikan edukasi dini mengenai literasi digital dan hukum kepada murid baru,Selasa 14/7.
Hadir sebagai pemateri utama, Febrainy, S.H., M.H dari Cabang Kejaksaan Negeri (cabjari) Tanjung Jabung Timur di Nipah Panjang,. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti maraknya kasus cyberbullying atau perundungan di dunia maya yang kini kerap melibatkan kalangan remaja dan pelajar.
Di hadapan murid baru yang antusias, Febrainy menjelaskan secara sederhana namun mendalam mengenai batasan-batasan dalam berinteraksi di media sosial. Beliau menekankan bahwa jempol di media sosial bisa berkonsekuensi hukum jika tidak digunakan dengan bijak.
Ada tiga poin utama yang digarisbawahi Febrainy dalam materinya:
Bentuk-Bentuk Perundungan Siber: Mulai dari mengunggah foto/video orang lain tanpa izin dengan tujuan mengejek, meninggalkan komentar kasar atau ujaran kebencian (hate speech), hingga menyebarkan rumor palsu di grup percakapan.
Dampak Psikologis Korban: Perundungan di dunia maya tidak kalah berbahaya dari kekerasan fisik. Korban bisa mengalami kecemasan ekstrem, penurunan prestasi belajar, hingga trauma mendalam.
Konsekuensi Hukum (UU ITE): Pelajar diingatkan bahwa tindakan cyberbullying yang memuat unsur penghinaan, pencemaran nama baik, atau ancaman dapat dijerat hukum pidana sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Masa remaja adalah masa mencari jati diri, namun jangan sampai kebebasan berekspresi di ruang digital justru merugikan orang lain dan masa depan kalian sendiri. Bijaklah jempolmu, karena rekam jejak digital itu abadi dan hukum tidak pandang bulu," tegas Febrainy dalam arahannya.
Plt.Kepala MAN 2 Tanjung Jabung Timur, Nuraziza,S.Pd.I menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran serta materi yang disampaikan oleh Cabjari Nipah Panjang. Pihak madrasah berharap, melalui penyuluhan hukum ini, para murid tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang tinggi sejak dini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lingkungan MAN 2 Tanjung Jabung Timur menjadi kawasan yang aman, suportif, dan bebas dari segala bentuk perundungan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kegiatan Matamuda kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara para siswa dengan pihak Kejaksaan.
Humas MAN 2 Tanjung Jabung Timur
|
33x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Timur dan Sekitarnya
Memuat tanggal...